VITILIGO BISA SEMBUH
Sudah familiar dengan penyakit yang satu ini? Jika belum, yuk, kita untuk memahaminya dengan benar agar tidak salah mengerti yang ujung-ujungnya malah mengakibatkan ke penanganan yang salah dan bahkan malah berakibat fatal.
Vitiligo adalah penyakit autoimmune, yaitu penyakit yang berhubungan dengan system imunitas tubuh. Sebagaimana diketahui, sistem imunitas (system kekebalan tubuh) memproduksi sejenis protein yang bertugas sebagi antibody yang memproteksi tubuh dari kuman-kuman (virus dan bakteri) yang menimbulkan infeksi. Nah, pada penderita penyakit ini, system imunitas tubuhnya tidak mampu membedakan sel sehat dan sel bakteri atau virus sehingga antibody yang diproduksi menyerang sel-sel sehat. Jadi mekanisme kerja dari penyakit autoimmune adalah merupakan reaksi immunology, yang melibatkan Immunoglobullin type G. Dan hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk jenis reaksi immunology ini, yang ada hanya untuk jenis reaksi immunology type E, yaitu anti histamine.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika belum ditemukan obatnya?
Yup, karena belum ditemukan obatnya, alternative yang bisa kita lakukan adalah berupaya mencari trigger (pemicu) dan menghindari triggernya. Setelah itu baru melakukan/menjalani terapi autoimmune bernama terapi repigmentasi. (Sekali lagi yang perlu diingat adalah, sebelum menjalani terapi ini, penderita harus sudah mengetahui dan menghindari triggernya, agar penyakitnya tidak kambuh kembali. Ya, ibarat memompa ban yang bocor rambut/bocor halus, tentu angin yang kita pompakan ke dalamnya tidak akan pernah cukup karena ada kebocoran yang tidak tertambalkan.)
Karena Viti (Vitiligo) belum ditemukan obatnya, maka berikut ini ada 2 prinsip terapi yang harus dipahami, yaitu:
1. Sembuhkan auto immune vitiligo (sebagai akar masalah)
a. Cari trigger/pemicunya dan hentikan asupan si pemicu/triggernya.
b. Cek Dysbiosis dan terapi Dysbiosis dan leaky gut-nya
c. Turunkan inflamasi dan perbaiki system daya tahan tubuhnya.
Ketiga poin di atas harus dilakukan secara bersinergi/bersamaan agar Viti dapat sembuh dan tidak kambuhan.
2. Repigmentasi kulit yang kehilangan pigmennya (gejala dan tampilannya) dengan pengobatan yang meningkatkan sensivitas UV agar memicu terbentuknya pigmen. Terapi repigmentasi ini dikombinasikan dengan sinar matahari/UVB.
Adapun pilihan terapinya adalah sebagai berikut;
a. Obat-obat topical lain yang meningkatkan sensitivitas terhadap UV, seperti: delsoralen (dibanned BPOM), protopic, lada hitam.
b. Obat2 topical yang menurunkan reaksi allergy seperti: protopic, lidah buaya, steroids.
CATATAN PENTING
Perlu diingat bahwa terapi repigmentasi tidak menyembuhkan kondisi autoimmune Vitiligo, melainkan hanya menumbuhkan pigmen saja, yang mana akan berakibat si Vitiligo tetap akan kambuh dan tumbuh di tempat lain terus menerus JIKA AKAR dari masalah autoimmune-nya sendiri tidak diperbaiki.
Makanya pada catatan diatas diingatkan pentingnya menumpas akar permasalahan (mencari trigger dan hentikan asupan si pemicu/trigger) terlebih dahulu sebelum melakukan terapi. Dan JANGAN lakukan terapi jika TRIGGER-nya justru belum berhasil diketahui. PERCUMA kan kalo terapi, sembuh sebentar tapi nanti justru akan kambuhan lagi?
Ada baiknya untuk melakukan regimen dysbiosis dulu. Karena obat-obat repigmentasi itu bukan obat yang aman untuk pemakaian jangka panjang, yang seperti tertulis pada petunjuk pemakaian obat, bahwa pemakaian untuk jangka panjang bisa memicu timbulnya kanker (Jangka panjang = lebih dari 1 tahun). =
BACA DAN PAHAMI DENGAN JELAS PETUNJUK PEMAKAIAN OBAT APAPUN yang akan kita pakai agar kita tidak TERJEBAK oleh bujuk rayu tukang obat dan mencoba-coba obat-obatan yang tidak perlu.
Alergi makanan/radang pencernaan yang disebabkan oleh Leaky Gut/dinding usus yang bocor, yang penyebabnya dipicu oleh dysbiosis (pertumbuhan jamur/virus/bakteri/parasit yang tidak normal di dalam pencernaan kita)
Untuk memulai terapi, bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dr. David Budi Wartono, hubungi Lineation Centre di 022-2010593 atau telegram dr david 081910071348 . Nanti akan dikirimkan formulir laboratorium untuk periksa IgG food, alergi spesifik, darah rutin, got gpt, dan kultur resistensi jamur feses.
Bila Anda tidak berdomisli di kota besar, bisa hubungi Prodia Jakarta untuk berbicara dengan ibu Marcell (085733308966 whats app or telegram only), agar bisa dibantu arrangement pemeriksaan di kota Anda/kota terdekat dengan daerah domisili Anda.
Nanti setelah ada hasil dari pemeriksaan, barulah terapi untuk Dysbiosisnya dapat dimulai, dengan resep obat jamur. Setelah selesai konsumsi 1 bulan untuk 1 resep, maka akan ditest ulang untuk kultur dan resistensi jamur feses. Prosedur ini akan diulang hingga jamur negative. Setelah jamur negative baru bisa masuk ke tahap berikutnya, yaitu terapi repigmentasi dan perbaikan allergy dan percernaan (leaky gut).
Terapi pencernaan akan berlangsung selama 3-6 bulan dengan anti jamur herbal, betain HCL, enzyme, probiotik dan glutamine.
PROTOKOL SEMBUH VITILIGO
1. Cari Food Triggernya dan Hindari mengkonsumsinya secara MUTLAK.
Lakukan pengecekan/test specific food allergy IgG ke Prodia, nama lengkap test ini adalah IgG Food Sensitivity panel 220 jenis food. Untuk biaya bisa ditanyakan langsung ke Prodia, kalo ga salah berkisar di angka 5jt rupiah, atau hubungi Clinic Bio E terdekat untuk cek harga yang lebih terjangkau, kalo ga salah sih berkisar di angka 500an ribu tapi hanya 60 bahan makanan. untuk terapy butuh cek makanan sebanyak mungkin , minimal 200 bbahan makanan , bukan makanan tidak perlu di cek.
Dari hasilnya nanti akan diketahui Total makanan pemicu allergi beserta turunannya (sifatnya personal, sesuai dengan hasil cek). Apabila belum bisa cek, bisa juga berpatokan pada kelima jenis makanan yang paling sering ditemukan positif sebagi pemicu alergi, dari kebanyakan hasil test/cek IgG pasien Vitiligo dari tahun 2007 hingga 2016 ini, ya!
a. Dairy (susu sapi dan olahannya seperti Keju, Yoghurt, Laktosa, casein, Whey)
b. Gandum (trigu dan olahannya. Gluten)
c. Seafood non-fish (makanan laut selain ikan),
d. Cabe (Rawit, Merah, Kriting)
e. Telor ayam
f. polong polongan (buncis, kacang panjang, koro)
g. kacang kacangan (almond , mede, kacang tanah, kacang merah ,kacang putih)
2. TERAPY DYSBIOSIS : 4R program
4R Remove (parasit, jamur, bad bacteria and virus)
Reinoculate (good bacteria)
Replacement (enzyme and HCL)
Repair (intestinal gut lining)
Hub dokter bila lab sudah ada hasil
Lab testnya biakan feses jamur 2 minggu dan resistensinya
Remove.
Terbaik dgn resep dokter. (3 minggu / 1 bulan terapy, konsultasi Dr david)
☆ Obat-obat anti jamur sistemik resep dokter sesuai hasil lab fecal calprotectin dan kultur n resistensi jamur feses biakan 2 minggu.
☆ Obat-2 anti bakteri systemic sesuai hasil lab feses biakan bakteri 2 minggu dan resistensi.
☆ Supplement bisa beli sendiri, minum VCO 3 x 2 sdm dan Bee Propolis 2 x 2 tab, atau daun Neem 2 x 2 tab untuk mengurangi pertumbuhan jamur di pencernaan. Daun nimba atau neem punya kelebihan anti jamur yg cukup kuat dari sisi herbal.
minuman dari budaya jawa yg membantu mengurangi pertumbuhan jamur diusus adalah teh sereh (lemongrass) tanpa gula, secang tanpa gula, dan cengkeh.
PERHATIAN saat terapi jamur usus.
Semua gejala akan memburuk selama lebih kurang 1-3minggu. Hal ini disebabkan oleh jamur mati dan menghasilkan pelepasan toxin lebih banyak lagi. Hal-hal yang bisa timbul seperti: gejala flu, nyeri sendi dan nyeri otot.
Parameter keberhasilan REMOVE adalah hasil lab biakan feses jamur 2minggu = negative.
Reinoculate (good bacteria) 6 bulan terapi.
☆ Probiotik: 30billion CFU/day min 10 strain bakteri. (lakto B protexin, interlac, floragyn)
☆ Prebiotic Fiber : flaxseed atau psyllium husk bisa dibeli di supermarket atau toko bahan2 organik. 2 sdm sehari 2x
Replacement (enzyme n hcl ) 1-3 bulan terapi
☆ Jeruk nipis atau lemon atau cuka apel atau betaine HCl utk memperbaiki kekurangan asam lambung. Dan memperbaiki absorbsi nutrisi.
☆ Supplement enzyme
Repair (Repair intestinal gut lining) 3 bulan terapi
Dimulai setelah kultur jamur feses negative
☆ Kapsul cacing vermin utk memperbaiki kerusakan villi usus dan menurunkan radang. Dosis 3 x 1-4 tab.
☆ Albumin, gelatin, protein. (Bone broth sup) utk pertumbuhan vili usus
☆ Glutamin terbaik 4 gram daily.
☆ Jus kol atau cabbage 1/4 pcs setiap hari
3. PROTOKOL REPIGMENTASI
Repigmentasi dengan Terapi UVB tanpa kambuhan akan berhasil JIKA dan HANYA JIKA pasien berhasil dan komit untuk menjaga pantangan makanannya. [UVB Therapy. If you avoid all your trigger, the UVB therapy will help you repigment without any relaps].
Formula Oil yang mengandung psoralia seed (sayangnya di Indonesia belum ada) atau delsoralen atau high dose vit A gol retinoiD atau protopic dipake tiap pagi dan dikenakan sinar matahari 5-10 mnt, atau UVB 30-60 detik. [Find any brand contain tacrolimus or UV sensitizer to use before UVB and treat using UVB 30 second to 60 second daily].
Cara Penggunaan UVB yang aman//SAFETY USE UVB
1. UVB merusak kornea. Hindari paparan mata secara langsung. Karena bisa keruh kornea dan lensa mata terbakar oleh UVB.
2. UVB tidak untuk digunakan di kelopak mata tanpa penggunakan lensa kontak khusus untuk melindungi kornea.
3. Untuk penggunaan di sekitar mata, lindungi area mata dengan logam atau pelindung mata khusus.
4. Operator harus menggunakan pelindung mata, protection lihat di google.
Cara pake UVB.
1. Oleskan obat pemicu pigmen (delsoralen atau protopic atau elidel atau vit A dosis tinggi) di bagian vitiligo saja./.
2. Sinari dengan UVB 30 detik hingga 60 detik maximal.
3. Boleh digunakan setiap hari.
4. Reaksi yang diharapkan
-vitiligo akan jadi pink dan muncul repigmentasi dlm 1minggu.
Reaksi yang tidak diharapkan;
- muncul blister
- kulit terbakar merah
Delsoralen adalah obat untuk menstimulasi pigmen dari program repigmentasi. Jenis UV sensitizer kuat.
Protopic adalah pengganti steroid yang aman digunakan jangka panjang. Jenis immunosupresant dan UV sensitizer
Elidel adalah pengganti steroid yang aman digunakan jangka panjang. Jenis immunosupresant.
Protopic dan elidel TIDAK BOLEH digunakan pada kehamilan
UVB=sinar matahari.
Kenapa dipilih terapinya pada pagi hari, adalah karena pada pagi hari masih belum terlalu panas dan menyengat sehingga bisa untuk mengendalikan iritasi yang sengaja ditimbulkan, sementara kalo iritasi kebablasan baik oleh UVB atau matahari akan membuat luka bakar.
UVB dan matahari tujuannya adalah untuk mengiritasi kulit agar kulit memberi respon pertahanan pigmen setelahnya yang dikenal dengan istilah HPI (Hiperpigmentasi Post Inflamasi). Hasil pigmen inilah yang diharapkan sebagai hasil terapi dalam kasus Vitiligo, jadi jangan takut sama sinar matahar, ya. Jemur matahari rata rata 2menit - 20 menit, tergantung intensitas sinar matahari atau hingga terasa panas yang nyaman, bila terlalu panas dan atau perih jangan diteruskan. Sambung 2 hari lagi.
Kunyit punya efek memutihkan. Bukan dipantang untuk Vitiligo tapi tidak tepat dimakan kalau sedang program repigmentasi. Karena kunyit menghambat proses tumbuh pigmen.
Keberhasilan dari terapi di atas SANGAT BERGANTUNG pada Step by step atau Urutan tahapan yang MEMANG HARUS dilakukan secara berurutan. Salah urutan maka akan menimbulkan kegagalan. Terapkan Disiplin Makan dan hindari personal Allergy Food dan turunannya.
Cara detox dengan bahan alami atau beli ready detox di apotik DF. Yang terbaik adalah yang mengikuti panduan dari hasil lab. HARUS KONSULTASI.
Detox colon.
1. Fiber.
Bahan konjak powder 1 sdt atau psyllium husk 2 sdm atau flaxseed 2 sdm beli disupermarket pilih salah satu.
2. Klorofil.
Banyak di MLM cari yang Klorofil murni. Atau buat sendiri jus sayur hijau murni , agar rasa nya enak boleh plus lemon atau grapefruit. Dan air kelapa. Jus 2 gelas @200cc /day
3. Multi enzyme. Enzyplex atau sejenis. 1 tab beli di apotik.
4. Bakteri usus. 30billion CFU/day min 10 strain
5. VCO oil untuk bunuh jamur. 2 x 2 sdm. Beli di apotik.
Untuk konsultasi hubungi Klinik Utama Lineatio. 0222010593 dan akan diberikan nomor rekam medis, nomor ini selalu digunakan utk mencari buku rekam medis anda, jd setiap konsul pada jam konsultasi 11.00 to 17.00 mohon untuk menyebutkan nomor rekam medis agar kami dapat mencari buku rekam medis anda sebelum menjawab pertanyaan anda.
Seluruh pengobatan bisa dilakukan oleh dokter atau beberapa bisa beli sendiri di toko obat.
konsultasi dengan dr David Budi
Klinik Utama LINEATION 0222010593 WA 0812211906850
dr david pin:5FB3B512
apotik LINEATION 0222010593
email drdave@lineation.id mohon tulis subject "konsultasi "
praktek dr david senin-jumat 11.00-17.00
request form lab ke cust service 081221906850 tulis WA sebut nama , alamat dan minta formulir cek laboratorium utk vitiligo
Semua obat-obatan di atas tersedia lengkap di apotik Lineation Clinic, termasuk lampu UVB. Manual timer harga 3.8 jt dan Timer digital harga 4.2 jt.
Rekomendasi sinar matahari cukup. Kosmetik untuk menutup Viti temporary tersedia di Microskin Jakarta. 021 79183352 . Harus datang langsung untuk pilih warna sesuai warna kulit si pasien/penderita.
Proses terjadinya autoimmune disease.
Terpapar antibiotik tanpa rebiotik ulang yang memadai dysbiosis IBS IBD, kronik low inflamasi memicu food sensitivitas ---> hipochlorhidria/ anchlorhydria leaky gut syndrome. Makanan yang tidak tercerna dengan sempurna akhirnya bocor masuk ke dalam system pebuluh darah dan dikenali sebagai sebagai benda asing, dan akan diserang/dihancurkan reseptor rusak akibat allergy kronik berkepanjangan autoimmune dissease.
Pahami perbedaan blood test IgG food alergy test dengan bio e. Prodia punya IgG food specific food allergy.
Blood test IgG spesific food allergy adalah Gold Standard (pilihan pertama) utk test allergy type G. Problem nya hanya harga dan keterbatasan spesific bahan makanan karena saat ini di Indonesia baru tersedia 96 bahan makanan saja. Menyusul akan ada 220 bahan makanan. Tapi makanan lokal tidak bisa ditest karena tidak termasuk dalam test kitnya. Hasilnya bisa membedakan mana yang allergynya reaktif ringan sampe reaktif berat jadi kita bisa menjaga sesuai kondisi. Yang reaktif berat mutlak harus dihindari karena mentrigger reaksi IgG tapi reaktif ringan bisa dikurangi agar tidak memicu reaksi IgG.
pertanyaan: Salam kenal dok, tes di bio e dg tes ih ih ig e di Prodia ada yg blng agak berbeda ya hsl nya, bgmn mnrt dokter,mksh dok
jawab: memang beda, tp dengan kondisi spt sekarang, hanya 2 itu cara untuk mengetahui reaksi allergy/ sensitivity makanan, standart yg di akui dunia adalah ALCAT test, saat ini indonesia blum ada 1 pun, dan ini test mahal sekali, utk 50 item saja sudah 5 jutaan, test no 2 yg bermanfaat adalah IgG Food sensitivity. ini lumayan prodia sudah punya utk 220 makanan, harga lumayan maham 5jt lbh. dan bila kondisi nya berat utk biaya test terakhir yg bisa di gunakan adalah bioe, bioe ini technology dr non konventional, hasil nya masi sangat diperdebatkan. tp scr ilmu biofisika ini sudah mendapatkan pengakuan, drpd menebak nebak dr 500 jenis bahan makanan kl di bantu menebak dr bioe aja sudah lumayan paling tidak membantu memilih mana yg boleh dan yg tidak,. kendala nya adalah tidak semua pemilik alat bioe punya kit test utk 300food, kebanyakan hanya 40 atau 60, sementara makanan yg tidak di test tidak boleh dimakan, jadi pilihan makanan akan sangat sempit kl hanya test 60 biji bahan makanan saja. moga moga bisa di pahami ya
Klinik bio E punya bio E test.
Bio E test adalah alternatif pemeriksaan allergy dengan harga terjangkau dengan cara melihat efek resonansi biologis badan kita terhadap makanan yang dipaparkan. Test ini sangat sensitive namun sayangnya tidak membedakan reaktif ringan dan reaktif kuat. Sehingga pasien harus mencoba mencari tau sendiri mana yang harus dipantang ketat dan dikurangi. Tidak membedakan immunoglobulin type E, A, G, atau M. Semua terbaca sama.
Dari semua test hanya membantu mencari mana yang allergy. Tapi tidak menjelaskan mana yang reaksi allerginya Vitiligo. Jadi setelah tau mana yang allergy dicoba hindari semua dan ditest satu demi satu selama 1 minggu . Cari tau makanan apa reaksinya apa. Karena tidak semua allergy reaksinya menimbulkan Viti bisa reaksi autoimmune yang lain. Yang memicu timbulnya Viti yang bener bener dijaga untuk kasus Vitiligo agar Vitinya tidak kambuhan.
Keterangan tambahan:
Dairy itu adalah seluruh olahan susu sapi meliputi air susu sapi, keju, yoghurt, whey, laktosa, casein, kefir.
Wheat/gandum itu meliputi: gandum, trigu, cereal gandum, gluten
Tepung adalah semua makanan yang bahannya dari tepung juga misal: bakso itu daging+tepung, siomay itu daging+tepung, pizza, kue, roti, kookies, itu semua termasuk ke kategori tepung.
Berikut ini adalah Dokter dokter yang sepandangan dengan saya dan mampu handle kasus autoimmune dengan baik:
Dokter Fanda;
Kota Tangerang ;
Klinik Pratama FBC no telp klinik 02129670310
Dokter Shinta ;
Kota Pamulang Tangerang Selatan ;
Klinik Pratama Bizantee 0217491316
REFENSI BACAAN JURNAL IgG vitiligo:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11121127
IgG anti-melanocyte antibodies purified from patients with active vitiligo induce HLA-DR and intercellular adhesion molecule-1 expression and an increase in interleukin-8 release by melanocytes.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7594644
In vivo destruction of melanocytes by the IgG fraction of serum from patients with vitiligo.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21545543
Narrow-band UVB irradiation stimulates the migration and functional development of vitiligo-IgG antibodies-treated pigment cells.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27417998
Evaluation of serum immunoglobulins concentrations and distributions in vitiligo patients.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20067874
Immunoglobulin levels of vitiligo patients.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17888626
Apoptosis of melanocytes in vitiligo results from antibody penetration.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16047057
Aspirin reduces serum anti-melanocyte antibodies and soluble interleukin-2 receptors in vitiligo patients.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8697641
Tyrosinase as an autoantigen in patients with vitiligo.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6376559
munopathology of vitiligo vulgaris, Sutton's leukoderma and melanoma-associated vitiligo in relation to steroid effects. II. The IgG and C3 deposits in the skin.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7026636
A case of vitiligo vulgaris with IgG detected at the dermoepidermal junction -- with special reference to its treatment with OK-432.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/331108
Autoimmune vitiligo: detection of antibodies to melanin-producing cells.
Comments